Keringanan Dalam Beraqiqah

aqiqah adalah langkah untuk menebus bayi yang baru lahir ke dunia dari gangguan jin dan setan yang menyertainya. Hukum aqiqah ini adalah sunah muakaddah dan lebih utama dilakukan di hari ketujuh kelahiran si bayi.

Dalam sebuah hadis dikataka, "Barang siapa yang anaknya lahir lalu dia ingin menyembelih (aqiqah) untuknya, maka hendaknya dia menyembelih dua ekor kambing yang serupa sifatnya

untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan." (HR. Abu Dawud)

Berdasarkan hadis di atas jelaslah bahwa terdapat perbedaan jumlah Kambing untuk aqiqah  antara bayi laki-laki dan perempuan menurut Rasulullah saw.

Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak kita temukan orang tua yang tidak mampu mengakikahkan anaknya bahkan sampai anaknya telah dewasa. Kasus yang demikian memang tidak bisa dipaksakan karena kemampuan orang tua untuk menyiapkan Kambing memerlukan biaya apalagi bagi Anak Laki-Laki yang jumlah kambingnya dua ekor.

Karena terbatasnya kemampuan itulah banyak pula orang tua yang hanya menyembelih satu ekor Kambing padahal anaknya laki-laki.

Menurut para ulama, hal yang demikian ini tidak jadi persoalan selama orang tua memang benar-benar tidak sanggup jika harus menyembelih dua ekor Kambing. Akan tetapi, yang lebih sempurna tetap sesuai dengan apa yang diperintahkan Rasulullah saw di atas. Bahkan terdapat hadist Keringanan dalam Aqiqah

Menurut Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah bahwa disunnahkan untuk menyembelih 2 ekor kambing untuk anak laki-laki tapi jika tidak mampu maka insya Allah cukup dengan seekor kambing untuk anak laki-laki. Bisa juga dengan cara penyembelihan yang tidak bersamaan, misalnya yang seekor disembelih setelah 1 pekan, sementara yang seekor lagi setelah 2 pekan. (Aktsar min Alf Jawab lil Mar’ah). 


Cetak